
Job Aid Standar Operational Prosedur Artis Pheno
Bantuan pekerjaan ini akan meberikan prosedur standar mengoperasikan Asrtis Pheno
Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers .. Subjek : Prosedur menghidupkan dan mematikan system Standar Prosedur Operasional Tanggal : 09.2014 Disiapkan Oleh : Artis Pheno Berdasarkan buku manual pengoperasian Pratama Kurnia Wisnubrata Diperiksa oleh: No Cetak : AXA4-100.620.16.01.37 Iwan Setiawan Cara Menghidupkan 1. Pastikan bahwa sakelar utama dihidupkan dan tombol SHUTDOWN darurat Dinonaktifkan 2. Tekan tombol daya on (nyala) di konsol sistem untuk lebih dari 0,5 detik dan Lepaskan tombol tersebut. Cara Mematikan Sistem. 1. Pastikan pemeriksaan dan pasca pemprosesan gambar telah ditutup atau dimatikan 2. Pastikan Pergerakan C-arm pada posisi "Patient Transfer" 3. Pilih Icon Shutdown Lalu Click Shutdown System Restart System Shut down System o Klik Shutdown System ... (Shutdown Sistem ... ). o Aplikasi tersebut diakhiri. o Sistem pengoperasian komputer dimatikan. o Sistem dimatikan. Rekomendasi : Untuk setiap hari kerja mesin selalu dihidupkan jika tidak dipakai matikan monitor saja dan system dalam keadaan "idle" pada hari Jumat atau sabtu sore alat bisa dilakukan shutdown dan di hidupkan kembali hari senin. Jika terdapat tulisan dibawah harap lakukan parking position A Stand test necessary within 0 days - Move to parking position to start == Akhir Dokument Halaman 1 dari 1 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers .. Subjek : Registrasi Pasien Standar Prosedur Operasional Tanggal : 09.2014 Disiapkan Oleh : Artis Pheno Berdasarkan buku manual Pratama Kurnia Diperiksa oleh: pengoperasian Wisnubrata Iwan Setiawan No Cetak : AXA4-100.620.16.01.37 1. Pendaftaran pasien secara manual (registrasi dilakukan pada PC / Komputer Sensis) 1.1 Tekan tombol Patient Registration (Pendaftaran Pasien) (Num 0) pada keypad simbol. - atau - Pilih Patient > Register ... (Pasien > Daftarkan ... ) di menu utama. - atau - Buka Patient Browser (Browser Pasien). Klik ikon ini. Jendela Patient Registration (Pendaftaran Pasien) terbuka. Patient Registration PROCEDURE PATIENT Last name Accession No First name Request ID Middle name Requested Title Sumx procedure(s) Other patient name(s) Other patient D(s) Study Ethnic group Study comment Military rank Patient ID Date of birth [M/d/yyyy] Patient position Head First - Supine Sex . Male Female Other Age Years Institution name Testcenter Forchheim Height in Weight Ibs oz W Metric cian VC20A_110809 Address 2. Performing physician Dr. Testautomation Additional info NOTINITISNI Operator HOSPITAL Referring physician Requesting physician Admitting diagnosis Ward Admission ID Search Cancelargroup Emergency Heb albert Registration ISO IR 100 1.2 Masukkan data (data yang ditampilkan dalam huruf tebal adalah entri yang harus diisi). 1.3 Pilih program pemeriksaan yang dibutuhkan dari daftar Study (Studi). 1.4 Pilih Patient position (Posisi pasien) dari daftar. (Tidak diperlukan untuk pemeriksaan jantung) Jangan Memasukan karakter khusus , misalnya, \:;#S Teks yang dimasukan mungkin salah atau ada yang hilang Pendaftaran dilakukan pada computer Sensis ® Halaman 1 dari 1 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers Subjek : Fungsi pergerakan C Arm dan Tombol Standar Prosedur Operasional Tanggal : 09.2022 Disiapkan Oleh : Artis pheno Berdasarkan buku manual Pratama Kurnia Wisnubrata Diperiksa oleh: pengoperasian Iwan Setiawan No Cetak : ATA-200.620.03.01.02 Sistem Pengoperasian 1. Tombol pada membran Flat Panel Detector SIEMENS Healthingers Rotasi C-arm (angulasi Cran/ Caud) Gerakan orbital C-arm (angulasi RAO/LAO) Gerakan longitudinal C-arm Sinar posisi laser on/off * Rotasi FD (portrait/landscape) Mengangkat dan menurunkan FD - mengatur SID * Laser bersifat opsional Halaman 1 dari 8 SIEMENS Standar Prosedur Operasional Healthineers ... Kontrol di sisi meja memungkinkan Anda mengoperasikan Stand Carm, meja pasien, dan sistem pencitraan. 1 2 3 Table control module (TCM) 2 Pilot control module (PCM) 3 Collimator control module (CCM) Terdapat dua tipe TCM: Kenop penggeser meja untuk Menaikkan/menurunkan meja pergerakan permukaan meja dibantu oleh servo: Menyesuaikan posisi meja Memblokir pergerakan meja LED putih menyala saat meja tidak terhalang. LED biru menyala saat meja diblokir. LED biru berkedip ketika semua pergerakan diblokir. Joystick untuk pergerakan Membuka kunci rotasi meja motorik meja: LED putih menyala saat rotasi meja tidak aktif. Menyesuaikan posisi meja - LED biru menyala saat rotasi meja aktif. Orientasi dari modul kontrol LED biru menunjukkan orientasi yang dipilih. (Indikasi berada di atas modul kontrol, tombol berada di bawah modul kontrol) Halaman 2 dari 8 SIEMENS Standar Prosedur Operasional Healthineers Rotasi Meja: Terdapat 3 pilihan untuk memutar meja. a. Tekan tombol pembuka a. Tarik pegangan 3 untuk a. Tekan pedal untuk melepaskan kunci rotasi kunci meja 1 pada memutar meja (tersedia di kedua meja. 4 modul kontrol meja. sisi meja Siemens). b. Tetap tekan pedal dan putar meja pasien. b. Tekan kenop/joystick b. Terus tarik pegangan dan putar C. Lepaskan pedal dan putar meja pasien ke pada modul kontrol 2 meja pasien. belakang dan ke depan perlahan hingga meja ke bawah untuk C. Lepaskan pegangan dan putar bergerak. melepas rem dan meja ke depan dan ke belakang memutar meja. perlahan hingga bergerak. 2 3 1 4 Layar sentuh - Pergerakan meja lainnya Selain gerakan dasar yang dapat dilakukan langsung dari modul kontrol meja, Gerakan tambahan dapat dilakukan di menu Table pada layar sentuh Pilot control module. Table Table Height: Mengatur ketinggian meja Tilt: Memiringkan meja posisi Trendelenburg atau arah kebalikan Trendelenburg Height 95 cm Transversal 8 cm Cradle: Memiringkan meja secara lateral Transversal: Memindahkan meja hanya secara transversal Tilt 0 Longitudinal 4 cm Longitudinal: Memindahkan meja hanya secara longitudinal Cradle 0º Define as ROI Define as ROI: Mengatur isocenter Couple C-Arm: Menjaga posisi relatif dan sudut meja pasien dan C-arm Transversal 8 cm Couple C-Arm Block Table: Memblokir semua pergerakan meja Longitudinal Block Rotation: Membuka kunci rotasi meja 4 cm BlockTable Block Transversal: Mengunci pergerakan meja transversal, memindahkannya Define as ROI Block Rotation hanya secara longitudinal Couple C-Arm Block Transversal Halaman 3 dari 8 SIEMENS Standar Prosedur Operasional Healthineers ... 1 Filter joysticks: Joystick atas mengontrol penyaring baji dan penyaring jari. Beralih ke penyaring baji/jari (hanya dengan kolimator universal) Tekan joystick untuk melepas filter. 2 Joystick kolimator: Joystick bawah mengontrol diafragma segi empat. Tekan joystick untuk membuka bilah kolimator seluruhnya dan melepas filter diafragma. 3 Reset collimator Mengatur ulang bilah kolimator dan filter diafragma. 4 Joystick tegakan/C-arm 1 Joystick tegakan/C-arm 2 3 Jog wheel 4 Layar sentuh 5 Tombol STOP darurat 6 Tombol di atas dan di depan modul kontrol Pilot + 5 Halaman 4 dari 8 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... C2 Ct CA OK Tekan joystick kearah bawah (dead man's grip): Untuk menggerakan anggulasi C-arm C) Tekan joystick kearah bawah (dead man's grip): Untuk menggerakan c arm secara linier Mengarahkan ke Posisi CPR Menaikan C arm Menurunkan C Arm CA Mengarahkan pada Posisi Home Berapadangan dengan Meja : singkronisasi dengan pergerakan meja Halaman 5 dari 8 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... G Mengarahkan pada Direct Position 1 Mengarahkan pada Direct Position 2 G Mengarahkan pada Direct Position 3 Menyimpan Direct position Mengunci pergerakan meja + Mengunci Keluaran sinar x ray Orientasi posisi pilot control module ? Bantuan petunjuk Memulai stop watch Tombol OK : melakukan konfirmasi OK Halaman 6 dari 8 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... Membuka direktore gambaran reference Membuka Direktori gambaran yang disimpan Membuka pilihan layout monitor Membuka onscreen menu X Keluar dari aplikasi REF Menyimpan reference image Simpan Flouro Menaikan dose fluoro Menurunkan Dose Fluoro Zoom in memperbesar gambar Zoom out meperkecil zoom Halaman 7 dari 8 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... (1) Modul kontrol pilot dilengkapi dengan joystick multifungsi. Anda menggunakan joystick ini untuk memposisikan dudukan dan C-arm. (1) tombol konfrimasi dead mans grip (2) Tombol di setiap sisi dengan fungsi switching ( 2) (2) (3) Tombol membran di bagian belakang untuk mengangkat dan menurunkan FD (mengatur SID) 3 (1) (1) Tekan ke bawah dan terus ditekan , lepas jika ingin menghentikan (5) gerakan. (2) (4) (2) Angulate C-arm/move stand ke kiri (6) (6) (3) Angulate C-arm / ke arah Anda (3) (4) Angulate C-arm/ move stand ke kanan (5) Angulate C-arm / menjauh dari Anda (6) Tekan salah satu atau kedua tombol untuk beralih fungsi gerakan. ==========================AkhirDokumen=============================================== Halaman 8 dari 8 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers .. Subjek : Teknik Pencitraan Standar Prosedur Operasional Tanggal : 09.2022 Disiapkan Oleh : Artis Pheno Berdasarkan buku manual pengoperasian Pratama Kurnia Wisnubrata Diperiksa oleh: No Cetak : ATA-200.620.03.01.02 Iwan Setiawan A. VARIASI TEKNIK PENCITRAAN 1. Teknik C-arm Non-Rotational Teknik pencitraan 2D (non-rotational) diantaranya meliputi: Cine (Native), DSA (Subtraksi), Roadmap, Overlay, dan Single DR. a. Cine Native Cine native merupakan teknik pencitraan gambar secara serial untuk mendapatkan gambaran native (bukan subtraksi). Teknik pencitraan cine native digunakan pada study kasus angiography coroner. Beberapa pilihan organ program Cine Native yang sering digunakan misal-nya; Coro, LV, Coro LD, Coro SF, Coro LF. Dikarenakan teknik pencitraan ini serial maka petugas dapat merubah-rubah kecepatan pulse-rate gambar perdetik (P/s), misalnya: 1Fr/s, 2Fr/s, 4Fr/s, 7.5Fr/s, 15Fr/s dan 30 Fr/s. Cara melakukannya: i. Pilih menu Cine Native pada exam set, misal: Coro 20x20, Coro 30x40 ii. Pijak pedal Cine (symbol: Radiography) pada foot-switch, bersamaan dengan disuntikkannya kontras baik secara manual maupun dengan injektor (manual injek atau auto-injek). iii. X-ray akan di release dan gambaran Cine Native diperoleh. b. DSA DSA merupakan teknik pencitraan gambar secara serial untuk mendapatkan gambaran subtraksi, sehingga gambaran hasil yang diperoleh hanya visualisasi pembuluh darah saja saat terisi kontras dimana soft-tissue dan tulang tidak tampak. Teknik pencitraan DSA digunakan pada study kasus Neuro-Radiologi intervension. Beberapa pilihan organ program DSA yang sering digunakan misal-nya; DSA Ekstrimity, DSA Body, Neuro-Arkus, Neuro-Carotid, dll. Dikarenakan teknik pencitraan DSA ini merupakan serial maka petugas dapat merubah-rubah kecepatan pulse-rate gambar perdetik (P/s), misalnya: 1P/s, 2P/s, 4P/s, dan 7.5P/s. Cara melakukannya: Halaman 1 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... i. Pilih menu DSA pada exam set, misal: DSA Ekstrimity ii. Pijak pedal Cine (symbol: Radiography) pada foot-switch, pada detik pertama akan muncul gambar Native, sesaat jika sistem secara otomatis telah menentukan mask-image maka gambar pada live monitor akan berubah menjadi gambar subtraksi. iii. Selanjutnya dokter menyuntikkan kontras baik secara manual maupun dengan injektor. iv. X-ray akan di release dan gambaran DSA pembuluh darah saja akan diperoleh. c. Roadmap Roadmap atau Fluoro-DSA, merupakan suatu teknik pencitraan gambar bertujuan menampilkan gambaran subtraksi pembuluh darah dengan menggunakan teknik fluoro, bukan cine. Disaat fluoro dilakukan pada layar live-monitor bekas jejas pembuluh darah muncul, sehingga sebagai guiding-map dokter untuk menentukan arah masuk wire/kateter. Terutama pada area pembuluh darah yang banyak terdapat percabangannya. Teknik ini terkadang digunakan pada studi kasus Neuro-Radiologi interevensi. Cara melakukan-nya: i. Tekan tombol roadmap, pada Touchscreen Control Modulation. ( RDMP ) ii. Pijak pedal fluoro di foot-switch ( ) pada detik pertama akan muncul gambar Fluoro Native, sesaat jika sistem secara otomatis telah menentukan mask-image maka gambar pada live monitor akan berubah menjadi gambar fluoro-subtraksi dan muncul simbol injek kontras media ( ). iii. Selanjutnya dokter menyuntikkan kontras media, jika pembuluh darah yang dikehendaki sudah terisi penuh kontras media, stop fluoro. iv. Selanjutnya pijak kembali pedal fluoro di foot-switch, maka pada layar live monitor akan muncul jejas pembuluh darah. Dan dokter dapat menggunakan jejas pembuluh darah tersebut untuk membantu tracking arah kateter/wires. v. Walaupun konsep awal gambaran roadmap merupakan Subtraksi-Fluoro, namun kita juga dapat menampilkan area soft tissue disekitar pembuluh darah, cara-nya klik icon: Anatomical-Background (AB). vi. Jika prosentase AB, misal. 100% (Native) dan 1% (Subtraksi) vii. Cara meng-aktifkan Anatomical Background, klik: icon Anatomical Background pada touchscreen control modulation ( ). Dan defleksikan joystick pada Touchscreen Control Modulation untuk merubah-rubah prosentase AB. Halaman 2 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... d. Overlay Overlay merupakan suatu teknik pencitraan gambar bertujuan untuk menampilkan gambaran jejas pembuluh darah disertai oleh gambaran softtissue area disekitarnya. Menyerupai roadmap digunakan sebagai guiding-map dokter untuk menentukan arah masuk wire/ kateter, bedanya gambaran soft-tissue areapun ikut muncul. Teknik ini sering digunakan pada studi kasus Neuro-Radiologi intervensi. Cara melakukannya: i. Pada TCM, pilih program native. ii. Suntikkan kontras bersamaan dengan cine acquisition (Native) iii. Pilih gambar dengan pengisian kontras maksimal (pilih gambar store Reff Image) iv. Tekan tombol “Overlay Reference Image” ( ) v. Selanjutnya pijak kembali pedal fluoro di foot-switch, maka pada layar live monitor akan muncul overlay images. vi. Selanjutnya gerakkan joystick pada Touchscreen Control Modulation forward/backward (keatas/kebawah), untuk mengatur prosentase overlay. Missal. Jika 80% maka jejas kontras pada pembuluh darah dominan, dan jika 10% maka area soft tissue disekitar jejas kontras akan dominan. Selain itu Overlay images juga dapat diperoleh dari gambar subtraksi (DSA) yang telah dibuat. Cara melakukannya: i. Pilih gambar DSA terbaik, dimana tampak kontras mengisi pembuluh darah optimal. REF ii. Tekan tombol “Store Refference Images” ( ), maka gambar dengan pengisian kontras maksimum pada live monitor akan pindah ke artis assist monitor. iii. Tekan tombol “Overlay Refference Images” ( ) iv. Selanjutnya pijak pedal fluoro pada foot switch v. Gambar overlay didapatkan Halaman 3 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... vi. Selanjutnya gerakkan joystick pada Touchscreen Control Modulation forward/backward (keatas/kebawah), untuk mengatur prosentase overlay. Missal. Jika 80% maka jejas kontras pada pembuluh darah dominan, dan jika 10% maka area soft tissue disekitar jejas kontras akan dominan. e. Single DR Single DR merupakan suatu teknik pencitraan untuk mendapatkan gambaran single exposure, satu exposure diperoleh satu gambar. (bukan serial cine). Cara melakukannya; i. Pada TCM pilih program single. ii. Pijak pedal fluoro pada foot-switch, untuk memastikan objek berada pada pertengah FOV. iii. Pijak pedal cine radiography, maka akan terjadi satu eksposure dan diperoleh satu gambar. 2. Teknik C-arm Rotational a. C-arm Rotational 3D Teknik pencitraan C-arm rotational untuk mendapatkan gambaran 3D meliputi program; InSpace 3D dan Dyna CT. Untuk teknik pencitraan InSpace 3D bisa dilakukan Native (misalnya program. 5sDR Head dan 5sDR Body), atau bisa juga Subtraksi (misalnya program. 5sDSA Head dan 5sDSA Body). Dan tujuan teknik pencitraan InSpace 3D untuk visualisasi pembuluh darah dengan high-contras enhancement. Sedangkan Dyna CT dilakukan untuk Native (misalnya program. Dyna CT Head dan Dyna CT Cardiac). Dan tujuan teknik pencitraan Dyna CT untuk visualisasi soft-tissue dan pembuluh darah low contrast enhancement. Halaman 4 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... Skema akusisi 3D rotational native dan 3D rotational DSA. i. 3D rotational native (4) (7) (5) (3) TO Keterangan: (1) : Fluoro, untuk mengecek organ yang diperiksa (2) : Test run, untuk memastikan tidak ada benturan selama carm rotasi (3) : Fluoro lagi, sebagai bagian proses 3D rotational (4) : Injeksi Kontras (5) : Pijak cine radiography button pada foot switch (6) : Memulai 3D rotational akusisi untuk pengambilan gambar bersamaan dengan injeksi kontras (7) : Selesai ii. 3D rotational DSA (2) - (4)- -(6)- (8) (5) (9) (3) @ Keterangan: (1) : Fluoro (2) : Test Run (3) : Fluoro lagi (4) : Mask run, 3D rotational untuk mendapatkan gambaran non kontras (5) : C-arm selesai maskrun dan bersiap kembali ke posisi start (6) : C-arm bergerak kembali ke start posisi (7) : Kontras media disuntikkan (8) : Memulai 3D rotational Fill Phase (saat vessel terisi kontras) (9) Selesai Halaman 5 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... Cara Melakukanya 3D rotational Native: i. Atur posisi pasien senyaman mungkin untuk mencegah motion artefak. ii. Atur C-arm pada iso-center (Head/ Left/ Right Side) iii. Kemudian pilih program 3D rotational native, misal. 5sDR Head iv. Muncul pesan pada sisi bawah live-monitor; “3D ISO; Frontal, activate stand movement”. v. Tekan joystick Stand Control Modulation (SCM), dan di deflek ke depan sampai posisi c-arm mencapai posisi frontal . Lakukan fluoro, pastikan objek berada di tengah pada posisi frontal. Pijak pedal fluoro pada foot-switch ( ) vi. Selanjutnya, muncul pesan: “3D ISO; Lateral, active stand movement”. vii. Tekan joystick Stand Control Modulation, dan di deflek ke depan sampai posisi c- arm mencapai posisi lateral . Lakukan fluoro, pastikan objek berada di tengah pada posisi lateral. Jika pada posisi lateral objek tidak berada ditengah, maka dapat diatur dengan menaikkan atau menurunkan meja pemeriksaan. ( ) viii. Muncul pesan; “Move c-arm to start position”. Deflek joystick Stand Control ke depan sampai posisi c-arm tercapai. ix. Muncul pesan; “Perform the 3D test run to make sure that no collision will occur”. Deflek joystick Stand Control ke depan sampai posisi c-arm tercapai. x. Muncul pesan; “Perform a brief fluoroscopy to complete test run”. Pijak fluoro pedal pada foot switch. xi. Persiapkan contras media pada injector, bisa secara manual atau otomatis. Penyuntikan C-arm akan sesuai bersamaan dengan cine 3D rotational. xii. Mulai 3D DR akusisi, selanjutnya pijak terus pedal cine pada foot-switch maka c- arm akan melakukan cine rotational. Selama 3D DR akusisi berlangsung pinjakan pada pedal jangan dilepaskan sampai rotational selesai. xiii. Setelah 3D DR akusisi selesai, maka data gambar secara otomatis akan dikirim ke syngo workplace. xiv. Post processing data 3D dapat di lakukan di task-card InSpace pada syngo workplace. Halaman 6 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... Cara Melakukanya 3D rotational Subtraksi: i. Atur posisi target C-arm pada iso-center ii. Kemudian pilih program 3D rotational Subtraksi, misal. 5sDSA Body iii. Muncul pesan pada sisi bawah live-monitor; “3D ISO; Frontal, activate stand movement”. iv. Tekan joystick Stand Control Modulation, dan di deflek ke depan sampai posisi c- arm mencapai posisi frontal . Lakukan fluoro, pastikan objek berada di tengah pada posisi frontal. v. Selanjutnya, muncul pesan: “3D ISO; Lateral, active stand movement”. vi. Tekan joystick Stand Control Modulation, dan di deflek ke depan sampai posisi c- arm mencapai posisi lateral . Lakukan fluoro, pastikan objek berada di tengah pada posisi lateral. Jika pada posisi lateral objek tidak berada ditengah, maka dapat diatur dengan menaikkan atau menurunkan meja pemeriksaan. vii. Muncul pesan; “Move c-arm to start position”. Deflek joystick Stand Control ke depan sampai posisi c-arm tercapai. viii. Muncul pesan; “Perform the 3D test run to make sure that no collision will occur”. Deflek joystick Stand Control ke depan sampai posisi c-arm tercapai. ix. Muncul pesan; “Perform a brief fluoroscopy to complete test run”. Pijak fluoro pedal pada foot switch. x. Persiapkan contras media pada injector, bisa secara manual atau otomatis. Penyuntikan C-arm akan sesuai bersamaan dengan cine 3D rotational. xi. Mulai 3D DR akusisi, selanjutnya pijak terus pedal cine pada foot-switch maka c- arm akan melakukan cine rotational Mask-Image (akusisi pengambilan gambar tanpa penyuntikkan contras), selanjutnya posisi C-arm akan kembali ke posisi awal, dan return run (dilakukan lagi akusisi gambar dengan diikuti penyuntikan kontras dengan menggunakan ijektor). xii. Setelah 3D DSA akusisi selesai, maka data gambar secara otomatis gambar subtraksi akan dikirim ke syngo workplace. xiii. Post processing data 3D DSA dapat di lakukan di task-card InSpace pada syngo workplace. b. C-arm Rotational 2D Disamping itu juga ada teknik pencitraan C-arm rotational untuk mendapatkan gambaran dengan variasi sudut lebih luas dan gambar yang dihasilkan dalam view 2D, meliputi: Card-Spin Native (sudut 135derajat), DR-Dyna Native dan Dynavision DSA (misal. Dyna 4.5/f c-arm rotasi 180 derajat 2kali; pre dan post dan dapat gambar DSA 2D). Cara melakukan Card-Spin: i. Dari posisi iso-center, C-arm di angulasikan RAO/ LAO dan bisa juga Cranialy/ Caudally 45 derajat. ii. Lakukan fluoroskopi pada posisi start. iii. Pada Touchscreen Control Modulation, pilih: Card-Spin. Halaman 7 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... iv. Defleksikan Joystik pada Stand Control Modulation, berlawanan arah dari posisi start. Misal: Start posisi RAO 45 derajat, maka defleksikan ke LAO 45derajat. Start posisi Cranially 45 derajat, maka ke caudally 45 derajat. v. Lakukan fluoroskopi pada posisi end. vi. Siapkan injektor dan kontras media yang akan di gunakan, penyuntikkan kontras dapat dilakukan manual maupun otomatis. vii. Mulai Card-spin akusisi, selanjutnya pijak terus pedal cine pada foot-switch maka c-arm akan melakukan cine rotational sebesar 90 derajat (RAO 45 derajat + LAO 45 derajat). Selama akusisi berlangsung pinjakan pada pedal jangan dilepaskan sampai rotational selesai. viii. Gambar rotational Card-spin akan muncul pada live monitor. ix. Gambar rotational Card-spin tidak bisa di transfer ke 3D, karena format gambar adalah 2D. Cara melakukan Dynavision DSA: Dyna 4,5fr/s : i. Atur posisi pasien, C-arm, meja pemeriksaan pada posisi iso-center ii. Lakukan fluoroskopi pada posisi start. iii. Pada Touchscreen Control Modulation, pilih: Dynavision Dyna 4,5fr/s iv. Muncul messages; “Dyna test phase, DYNA: 4s, 4,5/F” v. Defleksikan Joystik pada Stand Control Modulation kearah LAO untuk mencapai posisi End maksimum. Lakukan fluoroscopy pada posisi end untuk memastikan objek di tengah FOV. vi. Siapkan injektor dan kontras media yang akan di gunakan, penyuntikkan kontras dapat dilakukan manual maupun auto-injek. vii. Mulai Dynavision akusisi, selanjutnya pijak terus pedal cine pada foot-switch maka c-arm akan melakukan Mask-cine rotational sebesar 180 derajat untuk mendapatkan gambar non-kontras, selanjutnya c-arm akan kembali rotasi untuk mengambil gambar disaat injeksi kontras terjadi (fill phase). viii. Lepaskan pijakan pada foot-switch sampai dyna akusisi selesai. ix. Gambar rotational Dynavision akan muncul pada live monitor. x. Gambar rotational Dynavision tidak bisa di transfer ke 3D, karena format gambar adalah 2D. Halaman 8 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... ClearStent dan ClearStent Live Dengan fungsi pencitraan CLEARstent, Anda dapat menekankan struktur halus, mis. meningkat stent. Gambar komposit dibuat dengan rata-rata beberapa frame dari sebuah adegan dan dengan mempertimbangkan keselarasan penanda stent. Gambaran Raw Data Gambaran ClearStent 1 Siapkan pasien, Stand C-arm dan meja. Periksa injektor. O 2 Lakukan fluoroskopi singkat: Tekan pedal fluoro sakelar kaki. Periksa / setel SID, tahap zoom, kolimasi, filter, dan bidang pengukuran. 3 Pilih protokol akuisisi CLEARstent. Siap untuk akuisisi CLEARstent ditampilkan. 4 Mulai akuisisi: Tekan tombol atau pedal pelepas eksposur dan terus tekan. Pada awal fase 2, indikator injeksi ditampilkan. Pesan "Injeksi" ditampilkan. 5 Sekarang menyuntikkan media kontras secara manual. EH 6 Hentikan akuisisi saat proses akuisisi selesai. 7 Lihat adegan Dinamis CLEARstent. Halaman 9 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... Untuk CLEARstent Live, protokol akuisisi jantung dengan frame rate variabel dan dua fase dapat digunakan. Ini diaktifkan oleh Pemrosesan Otomatis = akuisisi Langsung CLEARstent parameter protokol. Fase pertama ditentukan dengan 1 d dan 15 fps untuk mendapatkan 15 gambar dalam waktu singkat, fase kedua dengan frame rate yang lebih rendah untuk memindahkan kateter. Kecepatan bingkai untuk detik fase dapat ditentukan sesuai kebutuhan hingga 15 fps. CLEARstent Live hanya dimungkinkan untuk tahap zoom tertentu. CLEARstent Live dimungkinkan untuk tahap zoom berikut: Detektor besar: Zoom 3 hingga Zoom 7 • (Bidang masukan 25 cm hingga 10 cm) Detektor ukuran sedang: Zoom 2 hingga Zoom 6 • (Bidang masukan 25 cm hingga 10 cm) Detektor kecil: Zoom 1 hingga Zoom 5 • (Bidang masukan 25 cm hingga 10 cm) Jika tahap zoom selain yang ditentukan diatur, pesan berikut akan ditampilkan: “CLEARstent Live tidak diizinkan untuk format zoom xx cm”. Akuisisi akan dimungkinkan tetapi tidak ada stabilisasi yang akan dilakukan. Adegan yang distabilkan tidak akan dimuat secara otomatis untuk ditinjau setelah sinar-X berhenti, karena digunakan untuk memandu penempatan stent. Untuk setiap akuisisi CLEARstent Live, dua adegan disimpan: adegan yang diperoleh secara langsung dan adegan stabil. 1 Pilih protokol akuisisi CLEARstent Live (atau sebagai akuisisi alternatif). 2 Mulai akuisisi: Tekan tombol atau pedal pelepas eksposur dan terus tekan. Selama algoritma deteksi belum selesai mendeteksi, pesan berikut ditampilkan: “Mempersiapkan CLEARstent Live…” Ketika algoritma deteksi telah selesai mendeteksi, pesan berikut: ditampilkan: “Perhitungan langsung CLEARstent berjalan…”. Gambar diproses oleh Algoritma CLEARstent Live ditampilkan, memberikan tampilan stent yang stabil. 10.6 Akuisisi untuk angiografi perifer =====================================Akhir Dokumen========================= Halaman 10 dari 10 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers Subjek : Prosedur Print Out Image dan Burn CD Standar Prosedur Operasional Tanggal : 09.2022 Disiapkan Oleh : Artis Pheno Berdasarkan buku manual pengoperasian Pratama Kurnia Wisnubrata Diperiksa oleh: No Cetak : wan Setiawan Prosedur Mencetak Peringatan hanya bisa mencetak 1 Frame per lembar 1 Click Menu icon pada segment header. 2 Click the Storing tab. 3 Click the Print icon. Print Dialog ive A X Printer FilePrinter Number of Copies Orientation Portrait Landscape Print Format Color Print Collate Reset Settings Print Cancel Halaman 1 dari 2 Standar Prosedur Operasional SIEMENS Healthineers ... Burn CD 1. Click Export Export 2. Pilih Gambar 3. Network (Untuk PACS) 4. Optical DISC untuk CD Burn Export Data Patient Series d .. Instances Optical Disc File System . Network 4 CT SR HEART_534 Topogra ... CT SR HEART 534 Premoni ... Storage space sufficient CT_SR_HEART_534 Monitori 16 CT SR HEART 534 Calcium Destination Service folder ... 67 CT_SR_HEART_534 CTA Cor ... 36 Browse CT SR HEART 534 CTA Cor ... 26 CT_SR_HEART_534 CTA Cor. 33 Properties I Compressed CT SR HEART_534 VesselCo. CT_SR_HEART_534 Create DICOM File System 3 CTA Cor ... 26 VesselCe Il Indude Image Viewer on Disc CT_SR_HEART_534 Image Conversion CT SR HEART_534 VesselCe ... CT_SR_HEART_534 Enhanced CTA Cor ... 37 CT SR HEART 534 Il Anonymize As ... Reduced CIA Cor ... 220 CT_SR_HEART 534 CTA Cor ... 37 CT_SR HEART 534 CTA Cor ... 37 CT_SR_HEART_534 Patient P ... CT_SR HEART_534 Dose Ro. VCT CT_SR_HEART_534 Examina .. Wall Test Radiation .. 2 280.5 MB, 534 Instances Clear List Export Close == Akhir Dokument= === Halaman 2 dari 2
- Angiografi
- Angiography
- Angio
- Artis Zee
- Artis
- Artis Zee Family